Langkau ke kandungan utama

Entri 232 : Please don't post me in the black and white picture after I died

Recently one of colleagues passed away. He is really young, graduated 2018 which make me feel  so old.

Honestly I don't know him, never met him. When I read it actually I only read the email because one of my colleagues told us in the meeting.

I just read it slightly. I don't feel anything. I don't care. Yup, I am being brutally honest.

There also recent news about the death of one famous celebrities. I know her but not her fan. But suddenly the Youtube feed full with the news. She passed away alone and left over 40 cats.

Bless them.They went through the bridge and left this life.

I don't feel anything. I just hope that one day, when I pass away there will no black and white picture of me crossing any social media feed. I just hope no.

Maybe I hope I will be forgotten. Maybe because it a shame to see me in black and white picture with all *beautiful* notes from some peoples that maybe during that time seem to be *close* to me but actually in reality I run my life alone. 

Yes, maybe that is my important point. Even now in my lifetime I feel so bitter when people come and claim I am their best friend, saying that they know me bla.. bla.. but most of my life is ALONE. It is difficult feeling to see that in real life and I believe that is the last thing I want to after my death.

I might ask,

'When I was living, how many times did we met?'

'Why are you reply to my messages?'

'Have you ever call me?'

'Do you really listen to me when I said I am sad or lonely or you just reply me with your sad stories so I should be thankful with my life?'

'Do you really care?'

Or you just another person who always say we rarely meet but I HEART YOU. Really??

I was a ghost to you when I am alive why suddenly you care to black and white me in the picture with all those poem. I died, I could not read your notes.

The worse claim that I ever heard,'You know I really hope we are in heaven together.'

Really, you barely want to meet me in this small world, how can we meet in the huge heaven.

You don't have to say something nice about me , you don't have to say bad thing about me either.

because the thing that I hate the most is people pretending to care while they don't.

It's easy to me to accept that nobody care and learning it as  part of my life instead putting my entire life into the false hope.

Just don't put my picture in black and white when I die. Please do other thing to feel good about yourself.

Ulasan

Catatan popular daripada blog ini

Entri 207: Lebah sesat masuk rumah

Sudah hampir pukul 10 malam. Dia sudah siap menvakum rumah dan menadah air. Baldi-baldi, bekas-bekas plastik, jag-jag sudah dipenuhkan dengan air. Esok dijangka ada gangguan bekalan air. Oktober mungkin boleh diistiharkan Pesta Tiada Air mungkin?  Bunyi berdesing mengganggu telinganya. Seekor serangga berputar-putar di siling menghampiri lampu sedang kucingnya yang bernama Pandan melihat dengan mata yang bulat. Dia berdiri di bawah lampu, merenung ke arah serangga yang berputar-putar. Seperti tebuan. Serangga berbisa. Dia menarik nafas. Otaknya berpusing, bagaimana mahu menyahkan serangga ini dari rumah? Oh, dia teringatkan vakum. Dicabutnya nozel vakum, dihalakan ke arah serangga yang berputar-putar sambil kucing melompat-lompat mahu menerkam. "Jangan Pandan!" ZzzZZZZZ Serangga itu disedut ke dalam vacum. Dia melihat bekas habuk yang jernih. Tebuan itu masih hidup. Eh, warnanya berbelang kuning hitam.  Lebah rupanya. Tiba-tiba dia berasa seram. Lebah yang menerima arahan dar...

Entri 190 : Pak Min

"Assalamualaikum Pak Min. Selamat Hari Raya, kerja lagi hari ni?" tegur Pak Tam, Mak Utih yang mengekorinya bergeseran lengan. "Tengah buat kerja la ni." Pak Min menjawab dengan riang sambil menyapu lantai yang dipenuhi sisa makanan semalam. Pak Min dikenali dengan kerajinannya walaupun baru saja berpindah ke taman aqua ini. Pantang nampak sampah, semua nak disapu.  "Uii... tak penat ke kerja tiap-tiap hari. Tak bergaji pula tu." Mak Utih menyampuk. "Nak buat macam mana takdir. Lagi pun kerja mencuci ni kerja yang takkan pernah berhenti sampai mati sebab semua makhluk suka perkara bersih. Yang pengotor pun suka bersih."jawab Pak Min sambil menyapu pasir, lobak yang tersangkut dikoreknya dengan teliti. "Ehh... ehh bang cepat. Tu makanan dah sampai." Mak Utih menerpa ke arah makanan. Pak Tam juga menurut laju. Sempat Pak Tam berpaling, "Pak Min cepatlah! Nanti makanan habis ditelan Mak Utih." Pak Min menggeleng,"Tak apa, ak...

Entri 85 : Impian

Apa impian mu? Impianku pulang ke kampung, menjaga orang tuaku tanpa risau tentang duit atau hutang. Kamu tidak ingin bernikah? Ya.Aku ingin menikah tapi yang penting impianku mahu menjaga kedua ibu bapaku.Itu yang pasti.Semua orang yang lahir belum tentu akan bernikah di dunia ini.Tapi semuanya pasti mempunyai ibu bapa.Ramai yang mendirikan rumah tangga tapi terlupa kebajikan ibu bapa di kampung.Pulang hanya sewaktu ibu sakit atau hari raya.Kalau sudah berkahwin, tergantung pula rumah mertua di mana.Jika tidak pulang, berapa kerap yang selalu menelefon orang tua bertanya khabar?Selalu call bilamana ada kecemasan sahaja. Padahal masing masing tahu betapa susahnya ibu bapa memelihara kita dahulu seperti mana kita berasa susah memelihara anak kita sekarang.Sayang, saat kita sibuk membina keluarga, kita meninggalkan keluarga kita.Aku tak mahu itu.Sekarang aku bujang,tinggal berjauhan.Jika berdekatan juga aku akan sibuk bekerja.Bayangkan sekarang sebelum kahwin aku tidak ada masa u...